
Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali memantapkan posisinya sebagai pelopor inovasi pendidikan seni di Indonesia melalui peluncuran Teacher Curatorial Studies Program (TCSP). Program ini merupakan inisiatif tim peneliti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UM yang didanai oleh PPG Non-APBN tahun 2025 berdasarkan kontrak nomor 19.5.89/UN32.14.1/LT/2025. Melalui kolaborasi strategis dengan PT Mitra Bangun Kreatifa (MBK), UM menghadirkan model pembelajaran baru yang mengintegrasikan riset terapan, residensi galeri, dan praktik kuratorial seni.
“Dalam praktiknya, kurasi kini bukan hanya ranah eksklusif galeri, melainkan menjadi kompetensi penting bagi guru seni budaya. Melalui TCSP, guru dilatih untuk mengembangkan apresiasi seni, literasi visual, serta pemaknaan budaya dalam proses pembelajaran,” ujar Dr. Iriaji, M.Pd., ketua tim pengembang program.
Program ini menggabungkan teori kuratorial, manajemen galeri, dan literasi seni ke dalam kegiatan residensi galeri. Peserta mendapat kesempatan melakukan observasi langsung terhadap dinamika galeri, praktik kuratorial profesional, hingga manajemen pameran seni. Bersama PT Mitra Bangun Kreatifa, peserta juga dilatih menyusun narasi pameran, mendesain layout visual, mengembangkan edukasi galeri, serta merefleksikan praktik pedagogis dari hasil kuratorial mereka.
Lebih dari sekadar pelatihan, TCSP menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan dan industri kreatif. Guru tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan estetis, tetapi juga memahami potensi ekonomi kreatif karya seni. “Hasil residensi seperti lesson plan berbasis kuratorial, mini pameran, hingga modul interaktif bisa langsung diterapkan di sekolah. Siswa pun mendapat pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan reflektif,” imbuh Dr. Iriaji.
Program ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas. TCSP membentuk guru dengan kemampuan Creative, Curatorial, dan Collaborative (3C) yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Ke depan, UM menargetkan model ini dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan serta melahirkan School-Based Art Gallery sebagai laboratorium seni terpadu di sekolah.
Dengan dukungan penuh Universitas Negeri Malang, Teacher Curatorial Studies Program menjadi langkah strategis dalam mendefinisikan ulang peran guru seni budaya—bukan sekadar pengajar, tetapi kurator pembelajaran dan agen budaya kreatif di ekosistem pendidikan nasional.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM



