
Malang – Dalam menghadapi tantangan era digital, Universitas Negeri Malang (UM) kembali melahirkan inovasi pendidikan seni melalui pengembangan sistem informasi Digital Curation. Platform ini dirancang untuk mengelola, menata, dan mempresentasikan karya mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Seni Budaya secara estetis, reflektif, dan berdaya jangkau publik luas.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim peneliti UM sejak Mei hingga Oktober 2025 sebagai bagian dari program PPG Non-APBN dengan nomor kontrak 19.5.90/UN32.14.1/LT/2025. Pengembangannya dilakukan melalui kolaborasi aktif bersama mitra industri kreatif PT Mitra Bangun Kreatifa (MBK).
Ketua tim pengembang, Dr. Iriaji, M.Pd., menjelaskan bahwa Digital Curation bukan sekadar repositori digital, melainkan ruang kuratorial interaktif yang menggabungkan elemen naratif, visual, dan pedagogis. “Pendekatan digital curation menjadi solusi inovatif yang tidak hanya menyimpan data, tetapi juga menghidupkan konteks, narasi, dan relevansi karya dalam ekosistem pendidikan seni modern,” ujarnya.
Kolaborasi dengan PT MBK menjadi kunci dalam merancang antarmuka platform yang ramah pengguna dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa, dosen, mitra sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan. “Platform ini memiliki fitur unggulan seperti virtual exhibition, peta tematik kuratorial, sistem tagging karya, dan modul refleksi pembelajaran yang dapat diakses oleh mentor maupun sekolah mitra,” imbuh Dr. Iriaji.
Selain mendukung pengelolaan karya digital, sistem ini juga memperkuat literasi digital, kuratorial, dan dokumentasi pedagogis mahasiswa PPG Seni Budaya. Karya mahasiswa kini tidak hanya tersimpan sebagai portofolio akademik, tetapi juga dapat diakses publik sebagai media edukasi dan aset ekonomi kreatif.
Lebih jauh, Digital Curation membuka peluang lahirnya School-Based Digital Gallery sebagai media pembelajaran interaktif. “Inovasi ini menjadi wujud integrasi teknologi dan seni yang mendukung visi Merdeka Belajar serta membentuk guru seni yang kreatif, adaptif, dan berjiwa edupreneur,” pungkas Dr. Iriaji.
Dengan dukungan penuh Universitas Negeri Malang dan mitra industri, sistem ini diharapkan menjadi model nasional pengelolaan karya digital kuratorial yang memperkuat posisi pendidikan seni dalam lanskap digital Indonesia.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM



